Wednesday, October 21, 2015

Review: The Green Inferno (2015) Bahasa Indonesia




Finally ya! Akhirnya saya nonton juga film ini. Jujur, saya nungguin banget film ini dari 2 tahun lalu. Kalau ngga salah sebenernya tahun 2013 film ini sudah ditampilkan di festival, tapi tidak bisa rilis karena suatu masalah. Harusnya tahun 2014 film ini sudah bisa rilis. Akhirnyaaaaa, tahun 2015 rilis juga! Saya suka sekali sama Eli Roth sebagai director, writer, actor, producer. Pokoknya saya suka. 

Melihat film tentang suku kanibalisme pasti kita membandingkan dengan pelopor film dengan tema tersebut, Cannibal Holocaust (1980). Saya sendiri kalau masih ingat-ingat film itu rasanya masih merinding aja. Semua scene-nya terlihat sangat realistis. Padahal itu tahun 1980 loh, dimana teknologi belum secanggih sekarang. Kalau membandingkan, tentu The Green Inferno menurut saya belum bisa menandingi Cannibal Holocaust. Tapi saya enjoy sekali dengan film ini, dari segi cerita dan visual yang bikin saya cukup merinding. 


Bercerita tentang Justine (Lorenza Izzo) yang bergabung dengan kelompok aktivis penyelamat lingkungan hidup. Kelompok aktivis tersebut pergi ke hutan Amazon guna memprotes tindakan sebuah perusahaan yang ingin merusak hutan tersebut. Setelah berhasil mencegah perusakan hutan tersebut, mereka pulang dengan naik helikopter. Mereka kira perjalanan mereka sudah selesai, tapi ternyata bahaya yang mereka hadapi jauh lebih buruk. 

Untuk karakter standar ya, tidak terlalu di fokuskan satu persatu. Ada cewek dan cowok yang annoying, ada orang baik, ada orang jahat. Pemeran utamanya yaitu Lorenza Izzo berperan dengan sangat baik di film ini, saya sudah sering melihat dia di film-film Eli Roth. Tapi di film ini aktingnya yang paling saya suka. 


30 menit pertama masih basa basi dengan penceritaan kelompok aktivis tersebut. Tapi setelah mereka terdampar bersama suku kanibal, BAMMMM! Buat kalian yang tidak suka dengan blood dan gore saya sarankan jangan menonton film ini. Karena lumayan banyak adegan sadis yang ada di film ini, seperti mencongkel mata, memotong lidah, memotong bagian-bagian tubuh, memecahkan kepala, menusuk alat vital. Buat yang tidak kuat, jangan nonton film ini. 



Overall, untuk film dengan tema kanibalisme, Eli Roth berhasil membuat penontonnya bergidik dengan adegan-adegan sadis yang sebenernya cukup realistis walaupun tidak senyata Cannibal Holocaust. Jika kalian tidak suka dengan film-film khas Eli Roth seperti Hostel atau Cabin Fever sebaiknya skip film ini. Ceritanya memang biasa saja, tapi jika kalian ingin melihat para mahasiswa di cabik-cabik lalu dimakan silahkan menonton film ini. Eli Roth is fuckin crazy!!! In a right way.

Selamat menonton!

No comments:

Post a Comment